Analisis kepemimpinan dan inovasi lembaga pendidikan pondok pesantren Gontor VII putra Sulawesi Tenggara

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengutamakan ilmu agama .Pondok pesantren dikatakan sebagai fenomena desa karena proses pembangunannya jauh dari perkotaan ,dengan perkembangan zaman pondok pesantren berubah model menjadi modern (khalaf) .                         
        Pondok Gontor VII putra Sulawesi tenggara yang merupakan pesantren khalaf juga menggunakan kepemimpinan kiay.Dengan demikian figur pemimpin merupakan kekuatan yang menentukan kemajuan suatu lembaga.
       Secara nasional lembaga pendidikan seperti pesantren madrasah dan sekolah Islam masih di pandang sebagai sekolah kedua dibandingkan sekolah -sekolah umum akibatnya peminat pada lembaga-lembaga pendidikan Islam tidak sebanyak pada lembaga pendidikan umum padahal sekolah berbasis agama tersebut seharusnya menduduki posisi strategis karena merupakan ujung tombak dalam mewujudkan negara yang Berketuhanan Yang Maha Esa.
     Kepemimpinan merupakan prosesor memengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yang telah di tugaskan kepada mereka.
     Kepemimpinan dapat dilihat dari sudut pandang yakni proses dan atribut.Sebagai proses kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin.Dan sebagai atribut kepemimpinan adalah kumpulan karakteristik yang harus dimiliki oleh seseorang pemimpin.
    Pendirian pondok Gontor VII putra berawal dari keinginan pemerintah ke Sulawesi Tenggara menghadirkan pondok pesantren yang besar di Sulawesi Tenggara.
      Pada tanggal 5 Juli 2002 di Kendari di adakan kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara dengan pondok modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur tentang pendirian dan pengelolaan pondok modern Darussalam Gontor VII " Riyadatul Mujahidin " Pundahoa, Landono,Kendari.
      Hingga di usia 11 tahun pada 2013, santri menunjukkan peningkatan signifikan yang mencapai jumlah 1500 orang santri.Direncanakan pada 2014 siap menerima santri baru sebanyak 1500 orang pada semua tingkatan.
    Kepemimpinan pondok modern Gontor harus memenuhi 14 kualifikasi:
Iklhas,selalu mengambil inisiatif,mampu membuat jaringan kerja dan memanfaatkannya,dapat dipercaya,bekerja keras dan sungguh-sungguh,menguasai masalah dan dapat menyelesaikan nya,memiliki integritas tinggi, memiliki nyali tinggi dan tidak takut resiko,jujur dan terbuka,siap berkorban,tegas,cerdas dalam melihat,mendengar,mengevaluasi, menilai,memutuskan dan menyelesaikannya,mampu berkomunikasi,dan baik dalam bermuamalah Ma'a Allah dan muamalah Ma'a an nas.
    Inovasi-inovasi yang dilakukan pondok modern Gontor yaitu kemampuan bahasa Arab,inggris,kewirausahaan,kemandirian keuangan,jaringan antar lembaga.