Manajemen kinerja dalam pendidikan
MANAJEMEN KINERJA DALAM PENDIDIKAN LISA SUSANTI
Manajemen Pendidikan Islam, FakultasTarbiyah Dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negri Kendari
Susantilisa280801@gmail.com
ABSTRAK
Penulisan abstrak ini bertujuan untuk mengetahui : Apa penyebab rendahnya mutu pendidikan, apa saja unsur- unsur pendidikan, apa yang dimaksud dengan budaya organisasi dan bagaimana cara membantu memotivasi pegawai dan meningkatkan kepuasan kerja.Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunkan metode analisis data : literatur atau pwengambiln dari media internet.Kesimpulan dari artikel ini yaitu Perwujudan kemandirian suatu bangsa hanya dapat diwujudkan melalui pendidikan yang tinggi dan bermutu, relevan dan berkeadilan.Pendidikan tinggi harus dapat berfungsi sebagai katalisator pembangunan nasional dalam berbagai bidang.Pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan tenaga terdidik yang profesional agar menjdi produktif dan berinovatif untuk generasi yang akan datang.Sebagai manusia produktif, tenaga terdidik harus memiliki bekal kemampuan yang memadai baik untuk bekerja maupun berusaha secara mandiri. Tantangan erat berkaitan dengan kualitas pendidik diantaranya tantangan pribadi, kompetensi pribadi maupun keterampilan.Kualitas kinerja dosen dapat di evaluasi berdasarkan beban kerja meliputi rencana pembelaja, proses dan evaluasi pembelajaran, membimbing dan melatih, serta melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
Kata kunci: Apa penyebab rendahnya mutu pendidikan, apa saja unsur- unsur pendidikan, apa yang dimaksud dengan budaya organisasi dan bagaimana cara membantu memotivasi pegawai dan meningkatkan kepuasan kerja.
PENDAHULUAN
Perguruan tinngi merupakan institusi penyedia jasa pendidikan yang mempunyai peran sebagai tempat untuk mempersiapan sumber daya manusia yang berkualitas.Sumber daya manusia yang berkualitas di capai dengan proses belajar mengajar yang tentu banyak melibatkan berbagai unsur lain: dosen, mahasiswa, karyawan, orang tua, pemerintah, sarana dan prasarana serta pihak- pihak lain .Keterlibatan berbagai pihak ini akan menentukan keberhasilan suatu perguruan tinggi dalam menghasilkan sarjana-sarjana yang berkualitas.Persaingan antar perguruan tinggi dalam memberikan jasa pendidikan kepada mahasiswanya dan dalam proses menghasilkan kualitas lulusan yang tinggi membuat perguruan tinggi tersebut saling membenahi dirinya masing-masing agar dapat memberikan kualitas jasa memuaskan bagi mahasiswanya.
Kinerja organisasi merupakan sebuah alat ukur untuk menilai dan mengevaluasi berhasil atau tidak tujuan organisasi.Kinerja di definisikan sebagai suatu gambaran tentang tingkatan maupun hasil pencapaian dari sebuah proses pelaksanaan baik kegitan, program maupun kebijakan dalam rangka mewuhudkan hal-hal yang telah tertuang dalam perumusan skema organisasi .
Keberhasilan perusahaan atau organisasi dalam menciptakan kepuasan karyawan guna menciptakan tujuan yang lebih di tetapkan tidak lepas dari peran pemimpin, karena pemimpin harus mampu untuk mempengaruhi, menggerakan dan mrngarahkan suatu tindakan pada diri seseorang atau sekelompok orang untuk mencapsi tujuan tertentu pada situasi tertentu.Usaha untuk meningfkatkan kinerja karyawan tidk lepas dari perhatian prmimpin dalam memotivasi, serta kepuasan dari pada karyawan, sehingga pemahaman akan kepuasan dan motivasi kerja sangatlah penting.
METODE
Menggunakan metode analisis data: studi literatur atau pengambilan data dari internet.
PEMBAHASAN
Kinerja Organisasi Perguruan Tinggi
Sebagaian lembaga pendidikan tinggi yang tugas utamanya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi, juga merupakan tuntutan sosial dalam perubahan global.Sehingga berbagai instansi pemerintahandan swasta memerluksn ilmu pengetahuan yang terdiri dari berbagai multidisiplin ilmu lainnya (Soegoto,2008) perubahan tatanan kehidupan yang berlangsung dengan cepat telah banyak menimbulkan perubahan sosial, ekonomi dan politik pada semua negara.Seperti misalnya, dalam globalisasi perdagangan telah mampu membawa implikasi positif maupun negatif yang berpengaruh besar terhadap perguruan tinggi.Terutama pada mutu pendidikan, perubahan jumblah mahasiswa, serta kemampuan riset dosen dan mahasiswa.
Kinerja dan tanggung jawab dosen sebagai pendidik, Perwujudan kemandirian suatu bangsa hanya dapat diwujudkan melalui pendidikan yang tinggi dan bermutu, relevan dan berkeadilan.Pendidikan tinggi harus dapat berfungsi sebagai katalisator pembangunan nasional dalam berbagai bidang.Pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan tenaga terdidik yang profesional agar menjdi produktif dan berinovatif untuk generasi yang akan datang.Sebagai manusia produktif, tenaga terdidik harus memiliki bekal kemampuan yang memadai baik untuk bekerja maupun berusaha secara mandiri (Suryadi, 2014). (Elfian, Ariwibowo, & Johan, Desember 2017) menurut Soekidjo Notoatmodjo (2003:16), unsur-unsur pendidikan terdiri dari:
1.Input
Sasaran pendididkan , yaitu : individu, kelompok, masyarakat
2.Pendidik, yaitu pelaku pendidikan
3.Proses yaitu upaya yang direncanakanu untuk memepengaruhi orang lain.
4.Output yaitu melakukan apa yang diharapkan/ perilaku.
Tantangan erat berkaitan dengan kualitas pendidik diantaranya tantangan pribadi, kompetensi pribadi maupun keterampilan.Kualitas kinerja dosen dapat di evaluasi berdasarkan beban kerja meliputi rencana pembelaja, proses dan evaluasi pembelajaran, membimbing dan melatih, serta melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat (dkk s. , Desember 2017) mendefinisikan pembelajatran lebih operasional, yaitu sebagai suatu upaya yang dilakukan pendidik atau guru secara sengaja dengan tujuan menyampaikan ilmu pengetahuan, dengan cara mengorganisasikan dan emnciptakan suatu sistem lingkungan belajar dengan berbagai metodesehinggga siswa dapat melakukan belajar secara lebih optimal. (Prastowo, Agustus 2014) penyebab rendahnya mutu pendidikan suatu bangsa.Seperti diantaranya belum optimalnya upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan peningkatan mutu pendidikan,mungkin juga karena upaya-upaya yang telah dilakukan telah berjalan relatif lebih lambat ketimbang aspirasi masyarakat tentang mutu pendidikan yang berubah dan berkembang dengan cepat.
(Mawan, et al., 2020) kinerja dosen memiliki dimensi paling utama yang perlu dilakukan dalam bentuk monitoring dan evaluasi setiap tahun terhadap kinerja dosen akan berdampak proses peningkatan mutu pendidikan.Penilaian kinerja dapat dilakukan oleh individu dosen, maupun oleh peserta didik atau atasan langsung.Salah satu faktor terpenting yang perlu di perhatikan adalah faktor yang dapat menentukan tingkat kinerja seorang dosen.
Organisasi yang berdaya saing, (Meutia & Husada, Februari 2019) budaya organisasi memiliki peran utama dalam membentuk perilaku karyawan.Sebagai sebuah sistem nilai, budaya organisasi merupakan nilai-nilai dan sikap-sikap yang telah diyakini karyawan sehingga telah menjadi dasar perilaku dan sikap karyawan ketika bekerja.Sikap-sikap dan nilai-nilai yang telah mengkristal dalam organisasi akan menjadi pedoman karyawan untuk berfikir, bersikap, dan berprilaku sesuai dengn sika dan nilai yang diayakini.Peningkatan nilai kompetitif dalam suatu organisasi, diperlukan budaya organisasi yang beranjak dari model-model administrasi publik tradisional, sebagaimana hal tersebut telah dilakukan oleh organisasi-organisasi sektor swasta (Tahir and suci, 2018).Budaya organisasi paling berdampak pada kinerja yang baik .
Budaya organisasi sangat memengaruhi kinerja dosen, sebab budaya selalu disesuaikan dengan perkembangan yang di hadapi oleh perguruan tinggi, agar tetap berjalan dan bertahan.Budaya organisasi pada perguruan tinggi sudah saatnya dilakukan perubahan untuk dapat menenangkan persaingan di antara sesama perguruan tinggi sebab, apabila penundaan perubahaan budaya organisasi pada perguruan tinggi menurut (Suprihat and Djamil, 2018) akan berimplikasi pada:
1.Rendahnya moral staf dan dosen
2.Pergantian staf dan dosen tinggi
3.Meningkatnya keluhan masyarakat
4.Kehilangan peluang
5.Rendahnya produktivitas
6.Rusaknya kinerja organisasi
7.Perilaku dan praktek tidak sehat di tempat kerja.
Etika kepemimpinan, kepemimpinan adalah faktor esensi sebagai penentu keberhasilan organisasi perguruan tinngi.Kepemimpinan berfungsi memberikan pengaruh kepada setiap anggota organisasi agar bersedia melalukan upaya kearah pencapaian tujuan organisasi.Perilaku-perilaku pemimpin dalam memberikan pengaruh, dapat menimbulkan motivasi untuk berprestasi bagi bawahan yang akhirnya berdampak padakinerja.Untuk dapat membanttu memotivasi pegawai dan meningkatkamn kepuasan kerja, menurut (Uno,2014) hal-hal yang perlu di perhatikan diantaranya adalah:
Menjelaskan tentang kinerja yang efektif dan sesuai pengharapan.
Memastikan ada hubungan antara kinerja dengan penghargaan.
Memastikan semua unsur diperlukan secara adil dan objektif.
Mengembangkan jenis-jenis prestasi untuk diberikan penghargaan.
Mendorong semangat kerja dan mengembangkan manajemen yang mudah di ikuti dan mampu untuk menyesuaikan dengan lingkungan kerja.
Dapat memberikan kenyamanan dan sarana kerja baik.
Motivasi berprestasi dapat dipastikan berpengaruh terhadap kinerja.Gaya kepemimpinan otoriter dan demokratis sangat berdampak positif terhadap kinerja dosen .Sedangkan gaya kepemimpinan laissez faize berdampak negatif terhadap kinerja dosen (Mulyono and Nasir, 2013).Kdua faktor tersebut dapat saling mempengaruhi termasuk pula pada proses motivasi, untuk berprestasi apabila mereka percaya bahwa kinerja mereka akan dikrnal dan di hargai.
Perilaku termotivasi secara langsung dsn dipengaruhi oleh kempampuan dan pengetahuan serta keterampilan kerja individu ( Kumiawan, 2017).Aspek pembinaan manusia dan motivasi berprestasi merupakan fakus utama perhatian organisasi.Motivasi berprestasi yang tinggi akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan efisiensi (Darmin, asiz dan Kaseng, 2015).
KESIMPULAN
penyebab rendahnya mutu pendidikan suatu bangsa.Seperti diantaranya belum optimalnya upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan peningkatan mutu pendidikan,mungkin juga karena upaya-upaya yang telah dilakukan telah berjalan relatif lebih lambat ketimbang aspirasi masyarakat tentang mutu pendidikan yang berubah dan berkembang dengan cepat. unsur-unsur pendidikan terdiri dari:
1.Input
Sasaran pendididkan , yaitu : individu, kelompok, masyarakat
2.Pendidik, yaitu pelaku pendidikan
3.Proses yaitu upaya yang direncanakanu untuk memepengaruhi orang lain.
4.Output yaitu melakukan apa yang diharapkan/ perilaku.
Budaya organisasi memiliki peran utama dalam membentuk perilaku karyawan.Sebagai sebuah sistem nilai, budaya organisasi merupakan nilai-nilai dan sikap-sikap yang telah diyakini karyawan sehingga telah menjadi dasar perilaku dan sikap karyawan ketika bekerja.Sikap-sikap dan nilai-nilai yang telah mengkristal dalam organisasi akan menjadi pedoman karyawan untuk berfikir, bersikap, dan berprilaku sesuai dengn sika dan nilai yang diayakini.Peningkatan nilai kompetitif dalam suatu organisasi, diperlukan budaya organisasi yang beranjak dari model-model administrasi publik tradisional, sebagaimana hal tersebut telah dilakukan oleh organisasi-organisasi sektor swasta. Untuk dapat membanttu memotivasi pegawai dan meningkatkamn kepuasan kerja yaitu:
a.Menjelaskan tentang kinerja yang efektif dan sesuai pengharapan.
b.Memastikan ada hubungan antara kinerja dengan penghargaan.
c.Memastikan semua unsur diperlukan secara adil dan objektif.
d.Mengembangkan jenis-jenis prestasi untuk diberikan penghargaan.
e.Mendorong semangat kerja dan mengembangkan manajemen yang mudah di ikuti dan mampu untuk menyesuaikan dengan lingkungan kerja.
f.Dapat memberikan kenyamanan dan sarana kerja baik.
DAFTAR PUSTAKA
dkk, S. (t.thn.).
dkk, s. (Desember 2017). PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL. Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 3, No. 1, 69-80.
Elfian, Ariwibowo, P., & Johan, R. (Desember 2017). PERAN PENDIDIDKAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT UNTUK PRODUKTIVITAS PENDIDIKAN. SOSIO-E-KONS, Vol,9.No.3, 200-2016.
Mawan, Saputra, S., Suseno, A., Suseno, N., Suseno , N., Gusty, S., et al. ( 2020). Manajemen Kinerja dan Budaya Organisasi.
Meutia, I., & Husada, C. (Februari 2019). PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN. JRMB Volume 4, No.1, 119-126.
Prastowo, A. (Agustus 2014). PEMENUHAN KEBUTUHAN PSIKOLOGIS PESERTA DDIK SD/MI MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU. JPSD:Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, Volume 1, No. 1, 1-13.